Tes Menggambar Pohon, Orang, dan Rumah dalam Psikotes Kerja
Di tengah psikotes yang penuh soal hitungan dan logika, peserta kadang diberi selembar kertas kosong dan diminta menggambar sebatang pohon, seorang manusia, atau sebuah rumah lengkap dengan pohon dan orangnya. Bagi banyak orang, bagian ini justru paling membingungkan, karena tidak ada soal yang bisa dijawab benar atau salah. Tes menggambar memang tidak dinilai dari bagus atau jeleknya gambar; hasilnya ditafsirkan oleh psikolog bersama tes lain. Panduan ini menjelaskan bentuk-bentuk tes menggambar yang sering dipakai, instruksi yang biasa diberikan, dan hal-hal yang sepenuhnya bisa Anda kendalikan.
Diperbarui
Tiga bentuk tes menggambar yang sering dipakai
Dalam rekrutmen di Indonesia, tes menggambar yang paling sering ditemui ada tiga. Ketiganya termasuk tes proyektif: peserta diberi tugas yang terbuka, dan cara peserta mengerjakannya dibaca sebagai salah satu bahan penilaian.
- Tes pohon (sering disebut tes Baum): Anda diminta menggambar sebatang pohon pada satu lembar kertas.
- Tes menggambar orang (Draw-A-Person atau DAP): Anda diminta menggambar seorang manusia secara utuh. Sebagian penyelenggara meminta gambar kedua dengan jenis kelamin yang berbeda dari gambar pertama.
- Tes rumah-pohon-orang (House-Tree-Person atau HTP): rumah, pohon, dan orang digambar dalam satu lembar, atau masing-masing di lembar terpisah, sesuai instruksi.
Baca juga: Cara mengerjakan tes Wartegg
Instruksi yang biasanya diberikan
Instruksi tes menggambar biasanya singkat, dan karena singkat, rinciannya mudah terlewat. Dengarkan sampai selesai sebelum mulai menggambar, dan tanyakan kepada pengawas bila ada yang tidak jelas.
- Posisi kertas: sebagian instruksi menentukan kertas dipakai tegak atau mendatar. Bila tidak ditentukan, pilih yang menurut Anda paling sesuai.
- Alat tulis: umumnya pensil. Tanyakan apakah penghapus dan penggaris boleh dipakai.
- Jenis gambar: sebagian instruksi menyebut syarat tertentu, misalnya pohon berkayu dan bukan pohon kelapa, pisang, atau bambu, atau orang yang digambar utuh dan bukan tokoh kartun atau gambar lidi.
- Tugas lanjutan: setelah menggambar, Anda bisa diminta menulis identitas tokoh yang digambar, membuat cerita singkat tentang gambar, atau menjawab beberapa pertanyaan.
Saat menggambar pohon
Gambarlah pohon secara utuh, dari akar atau pangkal batang sampai ke tajuk, kecuali instruksi meminta lain. Bila instruksi menyebut pohon berkayu, pilih pohon yang memang punya batang, cabang, dan ranting yang jelas.
Anda tidak perlu menggambar setiap daun. Yang penting, gambar pohon diselesaikan dengan wajar dan tidak ditinggalkan dalam keadaan setengah jadi karena waktu habis. Gunakan ruang kertas secukupnya; gambar yang sangat kecil di pojok kertas atau yang terpotong di tepi kertas sulit dibaca.
Saat menggambar orang
Instruksi menggambar orang hampir selalu meminta gambar yang utuh, dari kepala sampai kaki. Hindari gambar lidi, tokoh kartun, atau gambar yang hanya menampilkan wajah. Gambarlah bagian tubuh yang lazim ada, termasuk tangan dan kaki, dengan pakaian yang wajar.
Bila Anda diminta menuliskan keterangan tentang tokoh yang digambar, misalnya nama, umur, atau pekerjaannya, isilah dengan jawaban yang wajar dan selaras dengan gambarnya. Keterangan itu dibaca bersama gambar, bukan terpisah darinya.
Saat mengerjakan HTP
Pada HTP, perhatikan apakah ketiga objek digambar dalam satu lembar atau di lembar terpisah. Bila dalam satu lembar, rencanakan tata letaknya sebelum mulai supaya ketiganya muat dan tidak saling menimpa.
Ketiga objek sebaiknya selesai semua. Peserta yang terlalu lama menggambar rumah dengan detail sering kehabisan waktu untuk pohon dan orangnya. Bagi waktu kira-kira sama rata, lalu tambahkan detail bila waktu masih tersisa.
Apa yang diperhatikan pemeriksa
Penafsiran tes menggambar menjadi kewenangan psikolog yang terlatih dan tidak bertumpu pada satu ciri gambar saja. Secara umum yang diamati antara lain kelengkapan gambar, ukuran dan letaknya di kertas, kerapian, serta kesesuaiannya dengan instruksi. Semuanya dibaca bersama hasil tes lain dan wawancara.
Di internet banyak beredar daftar "arti" setiap detail gambar beserta gambar yang disebut paling aman. Daftar seperti itu menyederhanakan proses yang jauh lebih rumit dan tidak bisa dijadikan kunci jawaban. Gambar yang dibuat-buat menurut daftar semacam itu justru cenderung tampak kaku.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pada tes menggambar hampir selalu soal instruksi dan waktu, bukan soal kemampuan menggambar.
- Tidak mengikuti syarat yang disebut instruksi, misalnya menggambar pohon kelapa padahal diminta pohon berkayu.
- Gambar tidak selesai karena terlalu lama di satu bagian.
- Menggambar orang hanya sebatas wajah atau sebagai gambar lidi.
- Lupa mengerjakan tugas lanjutan, seperti keterangan tokoh atau cerita singkat.
- Menghapus berulang kali sampai kertas kotor dan waktu terbuang.
Perlukah berlatih
Tes menggambar tidak dilatih seperti soal pilihan ganda, karena tidak ada jawaban benar. Namun mencoba menggambar pohon, orang, dan rumah sekali atau dua kali di rumah tetap berguna: Anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan dan tidak canggung saat diminta di ruang tes.
Selebihnya, simpan tenaga untuk bagian ini. Tes menggambar sering ditempatkan setelah tes hitungan yang panjang, ketika konsentrasi mulai menurun. Gambar yang dikerjakan asal-asalan karena lelah tetap ikut ditafsirkan.
Baca juga: Jenis-jenis tes psikotes kerja · Persiapan sehari sebelum hingga hari-H
Latih dengan soal yang menyesuaikan kemampuan Anda
Panduan membantu Anda tahu apa yang harus disiapkan, tetapi kecepatan dan ketelitian hanya terbentuk lewat latihan berulang.
Coba 5 soal gratis tanpa daftar · Lihat semua materi psikotes
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah tes menggambar menilai kemampuan menggambar?
- Tidak. Gambar Anda tidak dinilai sebagai karya seni. Gambar sederhana yang utuh, sesuai instruksi, dan diselesaikan dengan wajar sudah cukup.
- Pohon apa yang sebaiknya digambar?
- Ikuti instruksi lebih dulu. Banyak penyelenggara meminta pohon berkayu, yaitu pohon dengan batang, cabang, dan ranting yang jelas. Bila instruksi tidak menyebut syarat apa pun, gambarlah pohon yang menurut Anda paling wajar dan gambarlah secara utuh.
- Bolehkah memakai penghapus?
- Bergantung pada aturan penyelenggara, jadi tanyakan kepada pengawas sebelum mulai. Bila diperbolehkan, pakailah seperlunya; menghapus berulang kali membuang waktu.
- Berapa lama waktu tes menggambar?
- Berbeda antarpenyelenggara, umumnya beberapa menit untuk setiap gambar. Bagi waktu supaya semua gambar dan tugas lanjutannya selesai.