Strategi Mengatur Waktu Saat Mengerjakan Psikotes
Banyak bagian psikotes kognitif disusun dengan waktu yang sengaja ketat, sehingga tidak semua peserta sempat menyelesaikan seluruh soalnya. Batas waktu itu bukan formalitas, melainkan bagian dari yang diukur. Dua peserta dengan kemampuan setara bisa mendapat nilai yang jauh berbeda hanya karena yang satu terjebak lima menit di satu soal sulit, sementara yang lain melewatinya dan menjawab sepuluh soal mudah di belakangnya. Panduan ini membahas cara membagi waktu yang bisa langsung Anda terapkan di ruang tes.
Diperbarui
Hitung jatah waktu per soal sejak awal
Begitu instruksi sebuah bagian selesai, bagi waktu yang tersedia dengan jumlah soalnya. Dua puluh soal dalam sepuluh menit berarti tiga puluh detik per soal. Angka ini bukan aturan kaku, karena sebagian soal memang lebih cepat daripada yang lain. Gunanya adalah memberi Anda patokan untuk menyadari kapan Anda mulai tertinggal, sebelum semuanya terlambat.
Kebanyakan peserta baru menyadari bahwa waktunya kurang ketika tinggal satu atau dua menit. Pada titik itu tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Patokan sederhana di awal mengubah kepanikan di akhir menjadi penyesuaian kecil di tengah jalan.
- Bila kertas buram diperbolehkan, tulis patokan kecil di pojoknya, misalnya "soal 10 = menit ke-5".
- Periksa posisi Anda pada sepertiga dan dua pertiga waktu, bukan setiap soal. Terlalu sering melihat jam juga memakan waktu dan memecah konsentrasi.
Jangan terjebak di satu soal
Aturan yang paling berguna adalah ini: bila sebuah soal sudah memakan kira-kira dua kali jatah rata-rata dan Anda belum melihat jalan keluarnya, tandai lalu lanjutkan. Pada kebanyakan tes, setiap soal bernilai sama, sehingga soal sulit yang dikerjakan lama tidak dihargai lebih tinggi daripada soal mudah yang selesai dalam beberapa detik.
Soal yang ditandai tidak dilupakan. Ia hanya dipindahkan ke giliran yang lebih tepat, yaitu setelah semua soal yang bisa dijawab cepat sudah aman.
- Kerjakan dalam dua putaran. Putaran pertama untuk semua soal yang bisa dijawab dengan yakin, putaran kedua untuk soal yang ditandai.
- Pada tes berbasis komputer, periksa lebih dulu apakah Anda bisa kembali ke soal sebelumnya. Sebagian sistem tidak mengizinkannya, dan di situ strategi dua putaran tidak berlaku: putuskan jawabannya sebelum pindah.
- Bila Anda sudah bisa menyingkirkan sebagian pilihan sebelum melewati sebuah soal, catat pilihan yang tersisa. Saat kembali, Anda tidak perlu mulai dari nol.
Menebak: baca dulu aturan penilaiannya
Keputusan untuk mengosongkan atau menebak bergantung pada satu hal: apakah jawaban yang salah mengurangi nilai. Informasi ini biasanya disebutkan dalam instruksi. Bila tidak jelas, tanyakan kepada pengawas sebelum tes dimulai, karena setelah waktu berjalan pertanyaan seperti itu sering tidak lagi dilayani.
- Bila jawaban salah tidak mengurangi nilai, jangan biarkan satu soal pun kosong. Sisakan waktu singkat di akhir untuk mengisi semua soal yang belum terjawab.
- Bila jawaban salah mengurangi nilai, tebak hanya setelah Anda bisa menyingkirkan satu atau dua pilihan. Menebak di antara semua pilihan tanpa petunjuk sama sekali bisa merugikan, bergantung pada besar pengurangannya.
- Jangan mengubah jawaban hanya karena ragu. Ubah bila Anda menemukan alasan yang jelas bahwa jawaban pertama keliru, misalnya salah membaca angka atau perintah soal.
Tentukan urutan pengerjaan dengan cerdik
Bila sebuah bagian mencampur beberapa jenis soal dan Anda bebas berpindah, mulailah dari jenis yang paling Anda kuasai. Soal yang cepat dan pasti membangun ritme, dan ritme itu membantu Anda menghadapi soal yang lebih berat dengan kepala dingin.
- Soal dengan teks panjang, misalnya penalaran analitis yang memuat banyak syarat, cocok ditunda sampai soal-soal pendek selesai.
- Soal spasial yang polanya tidak langsung terlihat juga layak ditunda. Melihatnya sekali lagi dengan mata segar sering lebih cepat daripada memaksakannya.
- Pada soal hitungan, perkirakan dulu besar jawabannya. Perkiraan kasar sering cukup untuk menyingkirkan pilihan yang jelas mustahil tanpa menghitung sampai tuntas.
Baca juga: Panduan soal spasial per jenis
Tes Pauli dan Kraepelin: tempo, bukan sprint
Pada tes ketelitian, pengaturan waktu bekerja dengan cara berbeda. Tidak ada soal yang bisa dilewati; yang harus dijaga adalah kecepatan yang stabil selama tes berlangsung. Peserta yang memulai dengan kecepatan penuh sering melambat tajam di bagian tengah, dan grafik hasil kerja yang naik-turun seperti itu justru bukan yang diharapkan.
- Mulailah sedikit di bawah kecepatan maksimal Anda, lalu pertahankan.
- Atur posisi duduk dan cara memegang pensil sejak awal. Tes ini panjang, dan kelelahan tangan ikut menurunkan tempo.
- Bila Anda merasa melakukan kesalahan, perbaiki sesuai instruksi lalu segera lanjutkan. Berlama-lama memikirkannya merugikan lebih banyak daripada satu angka yang salah.
Latih kecepatan dengan batas waktu sungguhan
Kecepatan hanya terbentuk lewat latihan yang diberi batas waktu. Latihan tanpa jam memang terasa nyaman, tetapi ia melatih kebiasaan berpikir lambat yang tidak akan bisa Anda bawa ke ruang tes.
Elaju mencatat waktu pengerjaan setiap soal saat Anda berlatih, lalu lebih sering memunculkan jenis soal yang paling sering salah atau paling lama Anda kerjakan. Dengan begitu, latihan Anda terpusat pada bagian yang paling banyak menghabiskan waktu.
- Mulai dengan waktu yang longgar, lalu kurangi bertahap sampai setara dengan batas waktu tes sungguhan.
- Setelah latihan, periksa soal mana yang paling lama Anda kerjakan, bukan hanya mana yang salah. Soal yang benar tetapi lambat tetap merugikan di hari tes.
Baca juga: Jenis-jenis tes psikotes kerja · Persiapan sehari sebelum hingga hari-H
Latih dengan soal yang menyesuaikan kemampuan Anda
Panduan membantu Anda tahu apa yang harus disiapkan, tetapi kecepatan dan ketelitian hanya terbentuk lewat latihan berulang.
Coba 5 soal gratis tanpa daftar · Lihat semua materi psikotes
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa detik idealnya untuk satu soal psikotes?
- Tidak ada angka tunggal, karena bergantung pada jumlah soal dan waktu yang diberikan di setiap bagian. Cara paling aman adalah menghitungnya sendiri di awal tiap bagian: waktu dibagi jumlah soal. Angka itu menjadi patokan kapan Anda sebaiknya melewati sebuah soal.
- Lebih baik mengosongkan jawaban atau menebak?
- Bergantung pada aturan penilaiannya. Bila jawaban salah tidak mengurangi nilai, menebak selalu lebih baik daripada mengosongkan. Bila ada pengurangan, tebak hanya setelah Anda bisa menyingkirkan sebagian pilihan.
- Bagaimana kalau waktu habis sebelum semua soal selesai?
- Itu hal biasa pada tes yang disusun dengan waktu ketat, dan tidak otomatis berarti Anda gagal. Yang lebih menentukan adalah jumlah jawaban benar di bagian yang sempat dikerjakan. Jangan panik di menit terakhir; pastikan soal yang sudah Anda kerjakan terjawab dengan teliti.