Jenis-jenis Tes Psikotes Kerja dan Cara Menghadapinya
Undangan psikotes jarang menjelaskan tes apa saja yang akan Anda kerjakan. Akibatnya banyak peserta hanya berlatih satu jenis soal, lalu terkejut ketika bertemu lembar hitungan berisi ribuan angka atau diminta menggambar sebatang pohon. Susunan tes memang berbeda antarperusahaan dan antarlembaga penyelenggara, tetapi hampir semuanya diambil dari beberapa kelompok yang sama. Mengenali kelompok-kelompok itu membuat persiapan Anda tepat sasaran: bagian yang bisa dilatih, dilatih dengan sungguh-sungguh; bagian yang tidak punya jawaban benar cukup dipahami aturannya.
Diperbarui
Tes kemampuan kognitif
Kelompok ini mengukur seberapa cepat dan tepat Anda mengolah informasi. Bentuknya pilihan ganda, waktunya ketat, dan setiap soal punya satu jawaban yang benar. Karena itulah bagian ini paling diuntungkan oleh latihan: semakin sering Anda bertemu suatu jenis soal, semakin cepat Anda mengenali polanya dan semakin sedikit waktu yang terbuang untuk memahami perintahnya.
Tes kognitif biasanya terbagi menjadi beberapa subtes yang masing-masing diberi batas waktu sendiri. Nama subtesnya bisa berbeda di tiap penyelenggara, tetapi isinya umumnya jatuh ke dalam empat keluarga berikut.
- Verbal: sinonim, antonim, analogi kata, dan pemahaman bacaan. Yang diuji adalah ketepatan menangkap makna dan hubungan antarkata, bukan banyaknya kata langka yang Anda hafal.
- Numerik: deret angka, hitungan cepat, perbandingan, dan soal cerita sederhana. Kecepatan mengenali pola lebih menentukan daripada kemampuan menghitung yang rumit, karena hampir semua hitungannya bisa dikerjakan tanpa kalkulator.
- Logika dan penalaran: silogisme, penarikan kesimpulan, serta penalaran analitis yang memadukan beberapa syarat sekaligus. Kesalahan yang paling sering adalah menambahkan asumsi yang tidak disebut soal, lalu memilih jawaban yang masuk akal di dunia nyata tetapi tidak didukung pernyataannya.
- Spasial atau figural: rotasi bangun, jaring-jaring kubus, lipatan kertas, dan pola gambar. Jenis ini terasa paling asing bagi banyak orang karena jarang dijumpai di sekolah, padahal setiap subtipenya mengikuti aturan tetap yang bisa dipelajari.
Baca juga: Latihan psikotes verbal · Latihan psikotes numerik · Latihan psikotes logika · Sepuluh panduan soal spasial
Tes ketelitian dan ketahanan kerja: Pauli dan Kraepelin
Tes Pauli dan tes Kraepelin sama-sama meminta Anda menjumlahkan angka satu digit yang berurutan, lalu menuliskan hasilnya, dalam waktu yang panjang. Umumnya yang ditulis hanya angka satuannya: tujuh ditambah delapan ditulis lima. Pada Kraepelin, pengawas memberi aba-aba untuk pindah ke lajur berikutnya setiap selang waktu tertentu. Pada Pauli, Anda menjumlahkan terus-menerus di lembar yang besar dan membuat tanda setiap kali aba-aba periode waktu diberikan.
Yang dinilai bukan hanya berapa banyak penjumlahan yang selesai. Ketelitian dan kestabilan kecepatan Anda dari awal sampai akhir sama pentingnya, karena tes ini dirancang untuk melihat bagaimana Anda bekerja di bawah tugas yang monoton dan melelahkan. Karena itu, tempo yang stabil umumnya lebih berharga daripada kecepatan tinggi di awal yang habis di tengah jalan.
- Latih penjumlahan satu digit sampai otomatis. Inilah bagian tes ketelitian yang benar-benar terbantu oleh latihan.
- Tentukan tempo yang sanggup Anda pertahankan sampai akhir, bukan tempo tercepat Anda.
- Ikuti instruksi tentang cara memperbaiki kesalahan. Sebagian penyelenggara meminta angka yang salah dicoret, bukan dihapus, dan cara yang keliru bisa mengacaukan lembar jawaban.
Tes kepribadian
Tes kepribadian berbentuk daftar pernyataan atau pasangan pernyataan, dan Anda memilih yang paling menggambarkan diri Anda. Di Indonesia, beberapa bentuk yang sering ditemui dalam rekrutmen antara lain DISC, EPPS (Edwards Personal Preference Schedule), dan inventori sejenis yang disusun oleh penyelenggara sendiri.
Tidak ada jawaban benar atau salah pada tes ini, sehingga tidak ada yang perlu dilatih seperti pada tes kognitif. Yang perlu dijaga adalah konsistensi. Banyak inventori memuat gagasan yang sama di beberapa tempat dengan kata-kata berbeda, dan jawaban yang saling bertentangan lebih mudah terlihat daripada yang Anda kira. Jawaban jujur yang kurang ideal jauh lebih aman daripada pola jawaban yang dibuat-buat.
- Jawab sesuai kebiasaan Anda saat bekerja, bukan sosok yang Anda kira sedang dicari perusahaan.
- Jangan terlalu lama menimbang satu pernyataan. Kesan pertama biasanya paling mencerminkan kecenderungan Anda yang sebenarnya.
- Pada format berpasangan yang memaksa Anda memilih, ambil yang lebih mendekati walaupun keduanya terasa kurang tepat. Mengosongkan jawaban justru membuat hasilnya sulit ditafsirkan.
Tes proyektif: menggambar
Sebagian psikotes meminta Anda menggambar. Bentuk yang sering dipakai antara lain menggambar orang (Draw-A-Person), menggambar pohon (tes Baum), menggambar rumah, pohon, dan orang (House-Tree-Person), atau melengkapi delapan kotak yang masing-masing berisi coretan kecil (tes Wartegg). Gambar-gambar ini ditafsirkan oleh psikolog bersama hasil tes lainnya, bukan dinilai dari bagus atau jeleknya.
Karena tidak ada kunci jawaban, tes menggambar tidak bisa dilatih seperti soal pilihan ganda. Yang bisa Anda kendalikan hanyalah mengikuti instruksi dengan tepat dan menyelesaikan gambar dengan wajar.
- Ikuti instruksi persis. Bila diminta menggambar orang utuh, gambarlah seluruh tubuh, bukan hanya wajah.
- Gambar dengan wajar dan selesaikan. Anda tidak dinilai sebagai seniman, tetapi gambar yang terburu-buru atau tidak selesai tetap ikut ditafsirkan.
- Pada tes Wartegg, kerjakan kedelapan kotak dan perhatikan apakah instruksi meminta Anda menuliskan urutan pengerjaan atau judul setiap gambar.
- Hindari menghafal "gambar yang benar" dari internet. Tafsiran tes proyektif tidak bekerja dengan satu kunci jawaban, dan gambar yang dibuat-buat justru tampak tidak wajar.
Tahap lain yang sering menyertai psikotes
Selain tes tertulis, sebagian seleksi menambahkan diskusi kelompok (sering disebut LGD atau FGD) atau wawancara dengan psikolog. Keduanya tidak bisa disiapkan dengan latihan soal, dan penilaiannya dilakukan bersama hasil tes lainnya. Persiapan terbaiknya adalah memahami posisi yang Anda lamar dan pengalaman kerja Anda sendiri, sehingga Anda bisa menjelaskannya dengan runtut.
Cara menyusun persiapan dari semua ini
Dengan mengenali kelompok-kelompok di atas, waktu persiapan Anda bisa dibagi sesuai hasil yang mungkin dicapai. Porsi terbesar sebaiknya diberikan kepada bagian yang benar-benar naik dengan latihan.
- Tes kognitif: berlatih rutin dengan batas waktu, dan beri porsi lebih pada jenis soal yang paling sering Anda salah atau paling lama Anda kerjakan.
- Tes ketelitian: latih penjumlahan satu digit dan biasakan menjaga tempo dalam sesi yang panjang.
- Tes kepribadian dan menggambar: cukup pahami aturannya, lalu datang dalam kondisi segar supaya jawaban Anda mencerminkan diri sendiri.
Baca juga: Strategi mengatur waktu saat psikotes · Persiapan sehari sebelum hingga hari-H
Latih dengan soal yang menyesuaikan kemampuan Anda
Panduan membantu Anda tahu apa yang harus disiapkan, tetapi kecepatan dan ketelitian hanya terbentuk lewat latihan berulang.
Coba 5 soal gratis tanpa daftar · Lihat semua materi psikotes
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah psikotes kerja bisa dipelajari?
- Sebagian besar bisa. Tes kemampuan kognitif dan tes ketelitian meningkat dengan latihan, karena Anda menjadi lebih cepat mengenali pola dan lebih terbiasa dengan batas waktu. Tes kepribadian dan tes menggambar tidak punya jawaban benar, sehingga yang bisa disiapkan hanyalah pemahaman aturan dan kondisi tubuh yang segar.
- Apakah semua perusahaan memakai tes yang sama?
- Tidak. Susunan tes bergantung pada posisi yang dilamar dan penyelenggaranya. Persiapan yang aman adalah mengenal semua kelompok tes, lalu memperdalam kelompok yang paling relevan dengan posisi Anda, misalnya numerik untuk posisi yang banyak mengolah angka.
- Berapa lama psikotes kerja biasanya berlangsung?
- Durasinya sangat bervariasi. Rangkaian lengkap yang memuat tes kognitif, tes ketelitian, tes kepribadian, dan tes menggambar bisa berlangsung beberapa jam, sedangkan tes daring tahap awal sering jauh lebih singkat. Periksa undangan Anda; bila tidak disebutkan, siapkan diri untuk sesi yang panjang.